Penyakit mata adalah penyakit yang menyerang mata, dimana mata adalah organ terpenting bagi manusia. Penyakit mata terbagi menjadi beberapa macam yaitu pterigium, katarak dan glaukoma, berikut penjelasan dari jenis jenis penyakit mata diatas

  • Pterigium

Pterigium merupakan penyakit mata yang di tandai dengan adanya pertumbuhan daging di kornea mata. Daging tersebut merupakan konjungtiva (membran yang menyelimuti bagian putih mata) yang tumbuh tidak normal ke dalam kornea. Pterigium bisa berukuran kecil atau bisa pula tumbuh membesar dan mengganggu penglihatan.

Penyebab pterigium belum dapat dipahami secara jelas. Namun, pterigium banyak terjadi pada mereka yang banyak menghabiskan waktu di luar rumah dan banyak terkena panas terik matahari, atau penduduk di negara tropis. Faktor yang lain yang menyebabkan pterigium antara lain, uap kimia, asap, debu dan benda – benda yang terbang masuk ke dalam mata.

Paparan sinar matahari dalam waktu lama, terutama UV, serta iritasi mata kronis oleh debu dan kekeringan diduga kuat sebagai penyebab utama pterigium. Gejala – gejala pterigium adalah mata merah, iritasi, inflamasi, dan penglihatan kabur.

Bila pterigium semakin besar,  akan dapat menyebabkan astigmatisme atau silau. Ada pterigium yang tumbuh secara pelahan – lahan, namun ada pula yang tumbuh secara cepat. Bila pterigium telah meliputi bagian tengah kornea mata, penglihatan akan menjadi silau.

Meskipun seseorang yang merasakan gejala tersebut tidak selalu berarti terkena pterigium, tetap disarankan untuk tetap perikasa ke dokter spesialis mata.

apakah simptomnya ?

mata akan terasa tidak leluasa, merah dan berair

bagaimana cara menghalangi pertumbuhan pterigium yang berlebihan ?
yaitu dengan cara mengurangi kontak langsung dengan cahaya matahari, menghindari debu dan angin dengan cara menggunakan kacamata yang tepat dan juga menggunakan obat tetes mata radix vitae secara teratur

bila terkena penyakit pterigium, saya bisa melihat seperti semula ?

dengan menggunakan tetes mata herbal radix vitae secara teratur, yakni konsisten dan sesuai aturan pakai maka penglihatan bisa kembali normal seperti semula. jangka waktu yang diperlukan untuk menyembuhkan pterigium adalah 2-8 bulan tergantung ketebalan lapisan pterigium.

  • Katarak

Katarak merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan adanya kabut pada lensa mata. Lensa mata normal transparen dan mengandung banyak air, sehingga cahaya dapat menembusnya dengan mudah. Walaupun sel – sel baru pada lensa akan selalu terbentuk, banyak faktor yang dapat menyebabkan daerah di dalam lensa menjadi buram, keras, dan pejal. Lensa yang tidak bening tersebut tidak akan bisa meneruskan cahaya ke retina untuk diproses dan dikirm melalui syaraf optik ke otak.

Penyakit katarak banyak terjadi di negara – negara tropis seperti Indonesia . Hal in berkaitan dengan faktor penyebab katarak, yakni sinar ultraviolet yang berasal dari sinar matahari. Penyebab lainnya adalah kekurangan gizi yang dapat mempercepat proses berkembangnya penyakit katarak.

Katarak kebanyakan muncul pada usia lanjut. Data statistic menunjukan bahwa lebih dari 90% orang berusia di atas 65 tahun menderita katarak. Sekitar 50% orang berusia 75 – 85 tahun daya penglihatannya berkurang akibat katarak. Walaupun sebenarnya dapat diobati, katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia.

Sayangnya, kebanyakan orang tidak menyadari jika telah terkena katarak, karena umumnya katarak tumbuh sangat lambat dan tidak mempengaruhi daya penglihatan sejak awal. Daya penglihatan baru terpengaruh setelah katarak berkembang sekitar 3-5 tahun. Karena itu, pasien katarak biasanya menyadari penyakitnya setelah memasuki stadium kritis.

Pada awal serangan, penderita katarak merasa gatal – gatal pada mata, air mata mudah keluar, pada malam hari penglihatan terganggu, dan tidak bisa menahan silau sinar matahari atau sinar lampu. Selanjutnya penderita akan melihat seperti awan di depan penglihatannya. Awan yang menutupi lensa mata tersebut akhirnya semakin merapat dan menutup seluruh bagian mata. Bila sudah sampai tahap ini, penderita akan kehilangan penglihatannya.

Secara umum terdapat 4 jenis katarak seperti berikut:

1.      Congenital, merupakan katarak yang terjadi sejak bayi lahir dan berkembang pada tahun pertama dalam hidupnya. Jenis katarak ini sangat jarang terjadi.

2.      Traumatik, merupakan katarak yang terjadi karena kecelakaan pada mata.

3.      Sekunder, katarak yang disebabkan oleh konsumsi obat seperti prednisone dan kortikosteroid, serta penderita diabetes daripada oleh populasi secara umum.

4.      katarak yang berkaitan dengan usia, merupakan jenis katarak yang paling umum. Bedasarkan lokasinya, terdapat 3 jenis katarak ini, yakni nuclear sclerosis, cortical, dan posterior subcapsular. Nuclear sclerosis merupakan perubahan lensa secara perlahan sehingga menjadi keras dan berwarna kekuningan. Pandangan jauh lebih di pengaruhi daripada pandangan dekat (pandangan baca), bahkan pandangan baca dapat mencadi lebih baik. Penderita juga mengalami kesulitan membedakan warna, terutama warna biru. Katarak jenis cortical terjadi bila serat – serat lensa menjadi keruh, dapat menyebabkan silau terutama bisa menyetir pada malam hari. Prosterior subcapsular merupakan terjadinya kekruhan di sisi belakang lensa. Katarak ini menyebabkan silau, padangan kabur pada kondisi cahaya terang, serta pandangan menurun.

  • Glaukoma

Glaukoma merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan rusaknya saraf optik mata yang berfungsi untuk membawa pesan – pesan cahaya dari mata ke otak. Kerusakan saraf optic mata ini disebabkan oleh kelebihan cairan humor yang mengisi bagian dalam bola mata. Cairan mata yang diproduksi oleh jaringan – jaringan di depan bola mata ini sebenarnya berfungsi untuk membawa makanan untuk kornea dan lensa mata. Cairan mata juga akan mempertahankan tekanan di dalam bola mata agar bentuknya tetap terjaga dengan baik. Tekanan yang dihasilkan oleh cairan mata disebut tekanan intraokuler.

Kelebihan cairan pada bola mata bisa terjadi karena produksinya yang terlalu banyak atau laju pengeluarannya ke dalam aliran darah yang terlalu sedikit. Ketiga mulai terakumulasi dalam jumlah banyak, cairan mata menyebabkan tekanan yang semakin besar pada semua bagian mata termasuk saraf optiknya. Tekanan tersebut akhirnya akan menekan sel – sel dalam retina dan menghancurkan saraf mata. Akibatnya, saraf optik tidak mampu lagi membawa pesan –pesannya ke otak yang berakibat penglihatan seseorang menjadi berkurang. Bila tidak segera diobati, orang tersebut dapat mengalami kebutaan total.

Terdapat lebih dari 20 macam glaucoma yang memiliki perkembangan serupa. Bentuk – bentuk glaucoma tersebut dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar sebagai berikut.

1. Glaukoma Sudut Terbuka

Glaukoma sudut terbuka merupakan penyakit yang bersifat progresif, artinya akan semakin memburuk bila tidak diobati. Awalnya hanya ada beberapa sel saraf yang rusak. Titik – titik kebutaan akan berkembang di daerah sel – sel saraf tersebut berada. Semakin lama, semakin banyak sel – sel saraf yang akan rusak dan semakin besar daerah penglihatan yang hilang. Akhirnya, seseorang dapat mengalami kebutaan total.

Umumnya tidak ada gejala – gejala awal yang berarti pada glaukoma sudut terbuka. Kehilangan penglihatan terjadi dengan sangat lambat, seringkali berlangsung beberapa tahun. Bila hanya satu mata terkena, mata sebelahnya akan mengambil alih fungsi penglihatan. Karena itu, kebanyakan penderita glaukoma tidak menyadari bhwa penglihatannya telah menurun. Seseorang baru akan menyadari adanya glaukoma setelah penglihatannya berkurang parah dan akan lebih sulit diatasi.

2. Glaukoma Sudut Tertutup

Glaukoma sudut tertutup terjadi dengan sangat cepat. Beberapa jenis kecelakaan atau perubahan pada mata dapat menyebabkan cairan mata berkembang secara tiba –tiba. Efek dari glaukoma jenis ini akan muncul dalam waktu sangat singkat.
 

  • Konjungtivitas

Konjungtivitis ( radang selaput ikat mata) merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan mata para penderita konjungtivitis merasah gatal dan bagian putih dari bola mata nampak berwarna merah. Di beberapa daerah di Indonesia Konjungtivitis di namakan lain seperti di dearah gorontalo dan manado di katakan mata Pete atau di Java di namakan mata Belean.

Konjungtivitis adalah infeksi pada konjungtiva, yang bisa berakibat dari Microba, benda yang masuk dalam mata, berlebihan debu atau asap yang masuk dalam mata penderita. Konjungtivitis harus diobati segerah sebab akibat Konjungtivitis yang berlarut – larut penjakit mata ini akan berkembang dan bisa mengakibatkan pterigium.

penyakit mata

Incoming search terms:

obat sakit mata yang ampuh (577),cara mengobati penyakit mata (97),obat tetes untuk sakit mata (88),obat mata anak 3 tahun (54),penyakit pterigium (43),cara mengatasi penyakit mata (40),cara mengobati mata kabur (32),obat mata pete (28),Mata mudah silau (27),cara mengobati mata pete (18),mata silau kena cahaya (16),obat mata bintitan untuk anak (16),penyebab mata silau (12),cara menyembuhkan mata pete (11),penyebab mata pete (11),penyakit sakit mata (11),sakit mata pterigium (10),menyembuhkan glaukoma (8),cara penyembuhan penyakit mata (7),cara menghilangkan pterigium (7)