Sakit mata ternyata menimbulkan banyak mitos yang salah yang bisa menjerumuskan para penderitanya. Mengobati sendiri sakit mata belum tentu aman dan sebisa mungkin diwaspadai karena tidak semua keluhan sakit mata obatnya sama antara yang satu dan lainnya. Ada beberapa mitos yang salah tentang sakit mata, diantaranya :

  • Sakit mata merah disebabkan oleh debu

mitos ini belum tentu benar, bahkan yang lebih sering sakit mata merah disebabkan oleh bibit penyakit.  Sakit mata merah sebagai infeksi jika terjadi dalam musim-musim tertentu dimana banyak orang yang terkena sakit mata merah. Dan bisa jadi sudah terjadi wabah sakit mata merah di suatu wilayah tersebut.

Namun, bisa juga mata merah disebabkan oleh debu. Debu, pasir, kotoran, sabun mandi, dapat menimbulkan mata merah. Namun perlu dibedakan dengan mata merah sebab infeksi.

Pada mata merah infeksi, selain gatal, rasa tidak enak mengganjal seperti ada pasir, banyak mengeluarkan air mata, dan merahnya mata semakin hari semakin bertambah. Mungkin disertai pembengkakan kelopak mata, dan waktu bangun tidur mata rapat, banyak kotoran mata (belekan).

Sakit mata merah sebab debu biasanya tidak belekan, jarang membengkak, dan merahnya semakin hari cenderung semakin pudar dan bisa mereda sendiri. Sakit mata merah infeksi sukar menyembuh sendiri tanpa obat. Penyakit infeksi mata bisa saja tidak harus menimbulkan mata merah. Orang-orang menyebutnya penyakit infeksi mata putih. Yang merah bagian dalam kelopak matanya (conjunctiva palpebra), bukan putih matanya. Penyebabnya juga infeksi bibit pernyakit, mulai dari virus, kuman, sampai jamur.

  • Sakit mata katarak hanya terjadi pada orang yang sudah berusia lanjut

Mitos ini juga tidak benar walaupun kebanyakan yang menderita penyakit katarak adalah mayoritas yang berusia lanjut sebagai bagian dari proses menua, namun bayi yang lahirpun bisa menderita katarak. Akan tetapi sakit mata katarak pada bayi tentu berbeda dengan yang berusia lanjut.

Katarak adalah keruh atau berkabutnya lensa mata yang biasanya jernih. Bila katarak, jalannya sinar akan terhambat dan lensa tidak dapat difokuskan.

  • Obat tetes mata bisa menyembuhkan semua mata merah

Hal ini juga tidak benar, banyak jenis obat tetes mata yang kita ketahui diantaranya obat tetes mata merah yang disebabkan oleh infeksi. Sakit mata merah yang disebabkan infeksi tidak bisa disembuhkan dengan obat tetes mata di toko. Bahkan, memakai obat tetes mata toko malah bisa membuat sakit mata merah bisa bertambah parah.
Obat tetes mata untuk infeksi mata perlu dibedakan, ada yang untuk kuman, virus, jamur, dan jenis infeksi mata yang tanpa luka (tukak) mata. Pada kasus infeksi mata tanpa luka, boleh diberikan tetes mata yang ditambahkan obat corticostreroid sebagai antiradangnya, namun tidak untuk kasus yang ada luka atau tukaknya.
Mata merah sebab virus herpes tak mempan diobati dengan tetes mata biasa, melainkan dengan tetes mata antivirus. Demikian pula jika mata merah sebab alergi, yang hanya mereda jika diobati dengan tetes mata yang mengandung obat antialergi.
Apa makna semua itu? Tidak semua mata merah boleh sembarang diberi tetes mata. Selain tidak selalu berhasil menyembuhkan, ada bahaya terselubung jika memakai sendiri obat tetes mata secara serampangan. Melihat mata merah tetangga, lalu berniat baik langsung memberikan obat tetes mata bekas ketika pernah sakit mata merah. Ini tidak arif. Niat baik bisa berujung petaka kalau berakibat buruk. Dan ingat, obat tetes mata yang masih tersisa untuk infeksi sebaiknya tidak dipakai lagi. Selain mungkin sudah tidak ampuh, berubah kepekatannya, obat mungkin sudah tercemar bibit penyakit dari mata saat memakainya.

  • Sakit mata bintitan karena sering mengintip

Di kelopak mata terdapat beberapa kelenjar, seperti kelenjar airmata, kelenjar minyak pembasah bulu mata. Jika kelenjar ini dimasuki bibit penyakit, maka akan terbentuk bisul. Bisul kelenjar ini yang menimbulkan penyakit bintit (hordeolum). Jadi mitos yng berkembang di masyarakat tentang bintitan tidaklah benar, bintitan itu penyebabnya adalah infeksi. Dimana bibit penyakitnya bersarang bukan di bola mata atau selaput lendir kelopak mata melainkan di kelenjar-kelenjar yang ada di kelopak mata. jika bisulnya sudah telanjur membatu, sukar mengempis kembali kendati diobati. Terlambat mengobati bintit, memerlukan tindakan operasi untuk membuang batu bisulnya.

  • Sakit mata rabun jauh bisa diobati dengan mengkonsumsi wortel yang banyak

Sakit mata rabun jauh penyebabnya adalah tidak tepatnya bayangan jatuh pada retina (layar bola mata). Pada kelainan mata myopia, bayangan yang kita lihat jatuhnya di depan retina. Keadaan semacam ini dapat disebabkan oleh kelainan kornea (hitam mata), gangguan lensa, atau sumbu bola mata.
Bola mata yang kelewat besar (seperti anak-anak sekarang), menjadikan sumbu bola mata lebih panjang dari normal. Hal ini yang membuat bayangan yang kita lihat selalu jatuh di depan retina, sehingga bayangan tidak tampak jelas, melainkan samar-samar ketika sedang melihat jauh. Bukan masalah ketika melihat dekat.
Wortel dan sumber vitamin A lainnya bermanfaat untuk sel-sel di layar retina (bagian belakang bola mata), tempat bayangan yang kita lihat ditangkap lalu dikirimkan ke otak untuk ditafsirkan.
Sel-sel retina, selain untuk menangkap penglihatan terang-gelap, juga untuk warna. Jika penyebab kelainan mata adalah gangguan sel-sel saraf retina, masuk akal wortel bisa membantu. Namun, rabun jauh lebih sering disebabkan oleh berubahnya sumbu bola mata. Sebagian sebab keturunan.
Kelainan sumbu bola mata hanya mungkin dinormalkan dengan mengoreksi sumbu bola mata yang kelewat panjang, agar bayangan tepat jatuh di retina.
Caranya dengan memberi lensa pembantu (lensa minus) sebesar yang memberikan hasil bayangan yang kita lihat menjadi tepat jatuh di retina. Semakin terlalu panjang sumbu bola mata, sehingga semakin jauh bayangan jatuhnya di depan retina, semakin besar minus lensa bantuan yang perlu diberikan.

  • Sakit mata glaukoma disebabkan tekanan darah tinggi

Sakit mata glaucoma disebabkan oleh meningkatnya tekanan di dalam bola mata. Diantara penyebabnya adalah Ada yang turunan, sehingga sistem saluran cairan mata di dalam bola mata tersumbat, atau menyempit. Yang bukan turunan bisa disebabkan oleh gangguan lensa, katarak yang sudah matang atau pecah, pasca-bedah mata, penyakit pada bagian dalam bola mata (iris mata), yang berakibat terganggunya sistem aliran cairan mata, dan berakhir dengan meningginya tekanan bola mata.
Meningginya tekanan bola mata tidak ada hubungannya dengan tekanan darah tinggi. Orang yang darah tinggi tidak harus tekanan bola matanya juga tinggi. Sebaliknya, orang yang darah rendah belum tentu tidak glaucoma.